Mengenal Mesin Stensil dan Cara Pengoperasian Mesin Stensil

Salah satu mesin yang penting dalam peralatan kantor adalah mesin stensil. Mesin stensil termasuk jenis mesin pengganda dokumen. Lantas, sudah tahukah kamu apa itu mesin stensil ini? 

Mesin stensil adalah mesin penghasil dokumen dalam bentuk lembaran dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan pembantu “kertas master”, atau yang biasa disebut dengan stensil sheet atau sit stensil.

Mesin stensil ini juga bisa menghasilkan salinan akhir dalam dua warna atau lebih. Namun, bila ingin menghasilkan salinan akhir dalam dua warna atau lebih, maka stensil yang terpisah harus dibuat dan harus dilakukan penduplikasikan secara terpisah untuk setiap warnanya.


Mesin stensil yang biasa digunakan ada dua jenis, yakni mesin stensil manual dan mesin stensil listrik. Mesin stensil listrik bisa digunakan secara elektrik dan manual. 

Selain itu, ada juga mesin stensil dengan model menggunakan bantalan dasar yang merupakan jenis duplikator stensil paling murah dan memadai bila ingin menghasilkan salinan dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Dengan duplikator stensil, maka dapat dihasilkan salinan hingga 4.000 lembar. 

Namun, duplikator stensil ini seringkali dibatasi untuk memproduksi salinan pada kertas isap yang agak tebal saja. Biasanya, model kertas ini cocok digunakan untuk jenis laporan, daftar harga, dan spesifikasi. Akan tetapi, model kertas ini kurang cocok bila digunakan untuk katalog dan formulir.


Simak juga: Cara Menyusun Surat Penagihan Piutang yang Telah Lewat Jatuh Tempo

Cara pengoperasian mesin stensil

Untuk bisa menggunakan mesin stensil, tentu kita perlu tahu bagaimana cara pengoperasian mesin stensil ini. Cara pengoperasian mesin stensil pada dasarnya cukup mudah. Berikut ini adalah beberapa cara atau langkah yang perlu diperhatikan :

1. Sebelum mengetik pada sit stensil, sebaiknya bersihkan dulu huruf pada tuts. Gunakan sikat kawat halus untuk membersihkannya. Huruf pada tuts ini sering kotor karena endapan beas karbon atau tip-eks, sehingga perlu dibersihkan agar hasilnya lebih baik.
2. Pastikan sit stensil telah benar -benar rata pada roll mesin tik, sehingga bisa menghasilkan bekas ketikan yang baik di sit stensil.
3. Lakukan pengetikan pada sit stensil dengan perlahan dan hati -hati. Jangan tergesa -gesa karena bila terjadi kesalahan pengetikan, maka dapat menghasilkan cetakan yang kurang baik, meskipun kesalahan pengetikan tersebut telah dikoreksi.
4. Tekan tuts dengan hentakan normal saja. Tidak perlu menghentak tuts dengan ekstra kuat karena hentakan normal akan menghasilkan cetakan yang lebih baik.
5. Sebelum melaspaskannya dari mesin, baca dulu hasil ketikan dengan seksama dan pastikan tidak ada kesalahan.
6. Selain menyiapkan master secara manual, master juga bisa disiapkan dengan proses pengopian pemindahan panas atau dengan menggunakan pemotong stensil elektronik. Ini karena stensil terdiri dari suatu lapisan bahan dengan pelapis yang kedap tinta. Jadi, stensil bisa digores dengan mesin tik (tanpa tinta) atau dengan tulisan tangan, atau digambari dengan menggunakan pena khusus pun juga bisa.
7. Langkah berikutnya, tekan tinta menembus goresan pada stensil ke kertas yang telah melekat rapat. Mesin diputar, lalu dioperasikan. Pengoperasiannya bisa menggunakan tangan atau pun listrik sesuai dengan jenis mesin stensil yang digunakan.


Cara merawat mesin stensil

Agar mesin stensil selalu dalam kondisi prima, kita perlu merawatnya dengan baik. Perawatan mesin stensil bisa dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini :
1. Selalu bersihkan mesin stensil dari kotoran, seperti debu, serbuk kertas dan lainnya.
2. Letakkan mesin stensil pada tempat yang kering dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung.
3. Bersihkan rol peralatan tinta atau cairan atau impression roller dengan sabun. Bagian mesin stensil jangan bersihkan dengan menggunakan bensin atau minyak tanah.
4. Bersihkan bagian kain penyaring atau silk screen dengan menggunakan bensin.
5. Setelah selesai dibersihkan, berikan minyak pelumas pada bagian yang berputar.